Sejarah Pondok

I. LATAR BELAKANG HISTORIS

Pertumbuhan dan perkembangan pengajaran Agama Islam di negara kita yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya di daerah Bandung telah terpadu dengan perkembangan kemasyarakatan, sehingga tercatat hasil-hasil yang sangat berharga yang dapat dijadikan modal dasar bagi peningkatan kegiatan-kegiatan pembangunan selanjutnya. Dalam pandangan Islam, usaha-usaha pembangunan manusia seutuhnya adalah merupakan kewajiban keagamaan bagi pelaksana amanat Allah SWT. baik berupa ibadah maupun khilafah. Hal ini merupakan sikap mental yang positip apabila kita senantiasa mensyukuri segala yang telah tercapai selama ini, sambil tetap memelihara kebersamaan, persatuan dan kesatuan, karena prestasi yang telah diraih dalam pembangunan selama ini adalah berkat keakraban antar ulama dan umara, kekompakan antar masyrakat dan pemerintah. 

Kami bersyukur kehadirat Allah SWT. bahwa minat dan perhatian generasi muda pada aktifitas keagamaan mengalami peningkatan, bila dibandingkan dengan keadaan masa-masa yang lalu. Namun hal ini tentunya belum cukup dan masih memerlukan penanganan yang lebih intensif lagi dalam rangka meningkatkan pembentukan pribadi, khususnya para remaja.

Di lain pihak, situasi dan kondisi para pemuda pada saat ini sedang dihadapkan kepada masalah-masalah intra dan ekstra, sehingga mengakibatkan kenakalan remaja yang di luar batas kepemudaan, di antaranya :

  1. Penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang lainnya,
  2. Sulitnya lapangan kerja terutama bagi remaja putus sekolah,
  3. Terdapat sebagian remaja yang memiliki pola hidup mewah.

Secara keseluruhan hal-hal tersebut di atas bukan semata-mata kesalahan remaja itu sendiri, akan tetapi merupakan akibat dari suatu keadaan yang diciptakan oleh berbagai pihak baik disengaja maupun tidak, baik langsung maupun tidak langsung. Disamping itu juga oleh berbagai jenis hiburan yang tidak sehat, rumah tangga yang tidak harmonis, penyaluran kreatifitas yang terbatas, kehilangan teladan hidup dari masyarakat dan sebab-sebab lain yang tidak diciptakan oleh remaja, namun akhirnya merusak kehidupan remaja itu sendiri.

Sehubungan dengan permasalahan yang tersebut di atas, kami para alumnus Pondok Modern Gontor yang berada di Bandung, berusaha dengan kemampuan yang ada untuk membina para anak-anak lulusan SD dan SLTP. agar tidak terpengaruh oleh kejamnya kehidupan masyarakat yang semakin bebas tanpa ada kendali-kendali yang dapat mengendalikan mereka dari berbuat hal-hal yang dilarang agama maupun negara. Untuk merealisasikan program-program pemerintah dalam rangka pembentukan manusia yang berilmu dan berakhlak , Alhamdulillah telah dapat didirikan suatu lembaga pendidikan kepesantrenan yang diberi nama " Pondok Modern Miftahul Jannah " di bawah naungan" Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Jannah " dengan Akte Notaris Komar Andasasmita Nomor 1 tanggal 3 Januari 1991.

Il. LATAR BELAKANG YURIDIS

Dasar pemikiran yang melatar belakangi berdirinya Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan adalah:

I. Dalam rangka merealisasikan kandungan firman Allah SWT.

 a. Surat At-Taubat ayat : 122

وماكان المؤمون لينفروا كافة فلولانفر من كلّ فرقة منهم طائفة ليتفقهوا فى الدين ولينذروا قومهم إذا رجعوا إليهم لعلّهم يحذرون

Artinya
"Tidak sepututnya bagi orang – orang yang beriman itu, pergi semua ke medan perang, sudilah kiranya beberapa dari tiap-tiap golongan di antara rnereka untuk rnernperdalarn pengetuhuan tentang Agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya jika telah kembali kepadanya, agar mereka dapat menjaga diri. "

b Surat Ali Imran ayat : 104
 

َلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
 

Artinya
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung. "

 c. Surat An-Nahl ayat 125.


ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
 

artinya
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

2. Merealisasikan beberapa Hadits Nabi:

a. Hadits tentang tanggung jawab


حَدِيثُ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا : عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ *


Hadis Ibnu Umar r.a: 
Diriwayatkan daripada Nabi s.a.w katanya: Baginda telah bersabda: Kamu semua adalah pemimpin dan kamu semua akan bertanggungjawab terhadap apa yang kamu pimpin. Seorang pemerintah adalah pemimpin manusia dan dia akan bertanggungjawab terhadap rakyatnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi ahli keluarganya dan dia akan bertanggungjawab terhadap mereka. Manakala seorang isteri adalah pemimpin rumah tangga, suami dan anak-anaknya, dia akan bertanggungjawab terhadap mereka. Seorang hamba adalah penjaga harta tuannya dan dia juga akan bertanggungjawab terhadap jagaannya. Ingatlah, kamu semua adalah pemimpin dan akan bertanggungjawab terhadap apa yang kamu pimpin (HR. Bukhori dan Muslim).

 b. Hadits tentang kuatnya negara


قِوَامُ الدُّنْيَا بِأَرْبَعَةٍ : بِعِلْمِ العُلَمَاءِ وبِعَدْلِ الأُمَرَاءِ وَبِسَخَاوَةِ الأَغْنِيَاءِ وَبِدُعَاءِ الفُقَرَاءِ
 

Artinya
 “ Kuatnya dunia dengan empat unsur : dengan ilmu ulama,dengan keadilan penguasa, dengan kedermawanan hartawan, dan dengan do’a kaum fakir”. (HR. Daelami)


  c. Hadits tentang peran ulama .


حَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ النَّاسِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ  الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رءوُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا  فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا *
 

Artinya:
  Diriwayatkan dari pada Abdullah bin Amru bin al-Ash r.a katanya: Aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: Allah s.w.t tidak mengambil ilmu Islam itu dengan cara mencabutnya dari manusia. Sebaliknya Allah s.w.t mengambilnya dengan mengambil para ulama sehingga tidak tertinggal walaupun seorang. Manusia memilih orang bodoh menjadi pemimpin, menyebabkan apabila mereka ditanya mereka memberi fatwa tanpa berdasarkan kepada ilmu pengetahuan. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan orang lain (HR. Bukhori ).
 

d. Pembukaan UUD 1945 alenia keempat tentang mencerdaskan kehidupan bangsa 
 

 

PONDOK PESANTREN MODERN AL-IHSAN DARI MASA KE MASA
 
I.  MASA AWAL
 
Dimulai oleh kedatangan tiga orang alumni Pondok Modern Gontor, yaitu Ust. Mahrus As'ad, Ust. Dede Rohanda, dan Ust. Suismanto menghadap ke alumni senior yaitu Ust.KH.Ujang Muhammad HM. yang kebetulan pada saat itu beliau sedang memimpin sebuah lembaga pendidikan umum (SMP/SMA) yang berada di J1. Denki Selatan V Kodya Bandung. Mereka bertiga mengutarakan maksud untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan Islam yang bernuansa Gontor dan berasrama penuh, yang tidak mengizinkan santrinya pulang pergi, sehingga mengganggu proses pendidikan dan pengajaran. Untuk merealisasikan ide yang mulia ini, maka pada tanggal 17 Juli 1989 secara resmi dirikan sebuah lembaga Pendidikan Islam ala Gontor, yang diberi nama Pondok Modern Miftahul Jannah, dengan jenjang pendidikan KMI ( Kulliyatul Mu'allimin al-Islamiyah ) yang masa belajarnya enam tahun. Lembaga itu terletak di Jl. Denki Selatan V Regol Bandung, tepatnya di lokasi SMP/SMA Sebelas Maret. Tempat belajar/kelas waktu itu masih menumpang di SMP/SMA Sebelas Maret. Kemudian Bapak KH.U.Muhammad HM. membuat satu ruangan kamar guru, dan atas sumbangan dari Ibu Drs. Tri Kusumo bersama kawan-kawan dibuatlah satu unit kamar mandi dan MCK.
 
Sebelum didirikan secara resmi, Pondok Modern Miftahul Jannah sejak tahun 1989 mengawali kegiatannya dengan menyelenggarakan Madrasah Diniyah Wustha, yaitu Madrasah Diniyah yang diperuntukan bagi siswa siswi SMP dan SMA. Jumlah murid Madrasah tersebut sebanyak 28 orang, masyarakat sekitar, dengan materi pelajaran: Fiqh, Al-Qur'an, Aqidah, Mahfudhat, Hadits, Tafsir, Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan lain-lain, dengan extra kurikuler Muhadlarah ( latihan pidato ) dengan tiga bahasa, Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
 
Pada tahun pelajaran baru 1989 secara resmi didirikan KMI (kulliyatul Mua'llimin Al-Islamiyah) 6 tahun setingkat SLTP dan SLTA  khusus putra yang para santrinya wajib tinggal di asrarna. Murid pertama sebanvak 11 orang, yang berasal dari daerah Bandung, Garut, Riau dan Palembang. Mereka mendapat pengajaran yang materi pelajarannya berasal dari perpaduan antara kurikulum Depag dan kurikulum Pondok Modern Gontor.
 
Lokasi pesantren yang berada di Jl. Denki Selatan V sangat sempit dan sulit untuk dikembangkan. Para santri berbaur dengan murid SMP dan SMA yang mengakibatkan pelaksanaan proses pendidikan, pengajaran, disipilin bahasa dan disiplin-disiplin lainya tidak bisa berjalan secara maksimal. Maka Bapak pimpinan dan para pembantunya berusaha untuk mencari suatu lokasi baru yang lebih tepat untuk mendidik dan mengajar santri-santrinya sehingga tidak terpengaruh oleh hal­ - hal yang akan menyulitkan guru dan santri dalam melaksanakan disiplin.
     
Berkat usaha maksimal yang disertai dengan do'a dan mujahadah, ditemukan lokasi baru yang dirasa lebih tepat untuk Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan, yaitu di komplek Masjid Agung al-Muhajirin yang berada di kecamatan Baleendah daerah Bandung Selatan. Dengan bermodalkan semangat untuk mengembangkan syiar Agama Islam dan dilandasi oleh semangat untuk menyebarkan ilmu Allah, maka pada tanggal 8 September 1991, dengan menggunakan 8 truk sumbangan dari Bapak H.Dede Syarif ( Cimahi), berhijrahlah guru dan santri dari Jl. Denki Selatan V Bandung ke komplek Masjid Agung Al­-Muhajirin Baleendah, di bawah bimbingan ustadz Nurbayan ( Tasikmalaya ), ustad Muhammad Zakky (Jakarta ) dan ustad Imam Thohari ( Kediri ). Dengan peralatan seadanya yang dimiliki dari JI. Denki, mulailah guru dan santri menempati dua ruangan berukuran 8 x 4 meter yang berada di samping kanan kiri masjid. Fasilitas saat itu sangat minim, belum tersedia ruang belajar, ruang makan, dapur, MCK dan sebagainya.
     
Ruang belajar memanfaatkan teras masjid, sedangkan ruang tidur menempati dua ruangan yang ada di kanan kiri masjid. Dapur, ruang makan dan MCK dibangun dengan sangat sederhana sesuai dengan kemampuan pondok, sedangkan para ustadz menempati dua kamar kecil bekas WC dan tempat wudlu yang telah dimodifikasi. Kondisi ini berlangsung kurang lebih selama tiga tahun. Bangunan Masjid Pemda yang tidak begitu terurus membuat para guru dan santri tergugah hatinya untuk membenahi dan merawatnya. Sejak itulah bangunan masjid yang telah dibangun dengan biaya yang tidak sedikit itu mulai kelihatan `imarahnya setiap hari, karena selalu diisi dengan kegiatan santri seperti belajar dan shalat jamaah.
 
II. MASA PERTENGAHAN
 
Masa pertengahan ini adalah masa mulai berjalannya pendidikan dan pengajaraan di Pondak Pesantren Modern AI-lhsan Baleendah, yaitu tahun 1991, setelah berlangsungnya pendidikan di J1. Denki Selatan V No. 35 selama dua tahun. Keadaan di komplek Masjid Agung Al-Muhajirin ketika itu baru ada satu masjid dan dua kamar mandi yang tidak didukung oleh WC yang memadai. Para santri memanfaatkan dua ruangan yang, berada di samping kanan kiri masjid sebagai tempat tidur. Berkat usaha, mujahadah dan do'a pimpinan, guru dan santri, dalam waktu yang tidak lama terbangunlah sebuah bangunan untuk ruang kelas, dapur dan asrama santri yang diberi nama Darul Kiffah yang berdiri di atas tanah wakaf dari keluarga Bapak KH.U.Muhammad HM. dan Ibu Hj. Omy Artati seluas 400 M2. Setelah setengah tahun berada di Baleendah, nama Pondok Pesantren Modern Miftahul Jannah dirubah menjadi "Darunnadwah," Nama ini diambil dari kata Baleendah yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab. Nama Darunnadwah hanya berjalan selama setengah tahun, karena setelah dikaji dengan seksama nama tersebut kurang relevan dengan tujuan dan cita-cita pondok. Hal itu berkenaan dengan nama sebuah kampung di zaman Nabi yang digunakan oleh kafir Quraisy sebagai tempat berkumpul mengatur strategi untuk menghancurkan umat Islam. Akhirnya setelah diadakan musyawarah pengurus pesantren, nama Darunnadwah berubah kembali menjadi " Miftahul Jannnah, dan pada tahun 1994 berubah menjadi Pondok Podern Al-Ihsan Baleendah.
     
Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan sejak pindah ke Baleendah tahun 1991 sampai juni 2001 dipimpin oleh tiga orang pimpinan yang disebut Trimurti, mereka adalah :
 
1.     KH. U. Muhammad HM                    Karawang
2.     Drs. H. Maulana Ibrahim                   Kuningan
3.     Dr.   H. Mahrus Asad, M. Ag.           Bojonegoro
Ketiganya adalah alumnus Pondok Modern Gontor Ponorogo Jawa Timur. Pada bulan Juli 2001 dilakukan restrukturisasi kepengurusan yayasan Miftahul Jannah dan kepesantrenan, termasuk pimpinan pondok. Terhitung sejak bulan Juli 2001 Trimurti Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan ditiadakan. Pimpinan Pondok dijabat secara Ex Officio oleh Ketua Umum Yayasan Bapak KH.U.Muhammad, HM. dengan Wakil Pimpinan Drs. H. Mahrus Asad, M.Ag.
 
III. MASA INTEGRASI DENGAN YAYASAN AL-IHSAN SAMPAI SEKARANG
 
Masa integrasi ini diawali dengan seringnya pimpinan Yayasan Al-Ihsan yaitu Bapak Drs.H. Ukman Sutaryan Wakil Gubernur Jawa Barat bagian Ekonomi dan Pembangunan melaksanakan shalat Jum'at di Masjid al-Muhajirin Baleendah. Melihat banyaknya santri yang berada di sekitar komplek Masjid dan mereka berkomunikasi dengan Bahasa Arab, beliau tertarik oleh pendidikan yang ada di lembaga tersebut. Selang waktu beberapa bulan berikutnya, diundanglah Pimpinan Pondok Pesantren Modern Miftahul Jannah KH.U.Muhammad HM. oleh Bapak Drs.H.Ukman Sutaryan selaku Pimpinan Yayasan Al-Ihsan ke Pemanukan Subang dalam rangka peresmian gedung dakwah al-Haddad. Di situ terjadi dialog antara Pimpinan Pondok Pesantren Modern Miftahul Jannah dengan Pimpinan Yayasan Al-Ihsan mengenai lembaga pendidikan Islam yang dikelola KH.U.Muhammad HM. Dari hasil pertemuan tersebut ditawarkan tentang penggabungan antara pesantren dengan yayasan Al-Ihsan. Yayasan menghendaki penyamaan nama pesantren dengan Al­-Ihsan dan berjanji untuk memberikan bantuan sarana prasarana yang diperlukan oleh pesantren, kata Ukman Sutaryan.
 
Dalam dialog itu Bapak Pimpinan Pesantren tidak serta merta menerima tawaran yang diajukan, meskipun pada prinsipnya pesantren membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk mengembangkan Lembaga Pendidikan Islam yang dikelolanya.Sepulang dari pertemuan tersebut diadakan musyawarah antara pimpinan dan guru-guru tentang tawaran yang diberikan oleh yayasan Al-Ihsan. Hasil musyawarah menyimpulkan, bahwa pengurus pesantren menerima tawaran itu, namum ada syarat-syarat yang diajukan, di antaranya : "Masalah operasional pendidikan diserahkan sepenuhnya kepada Yayasan Miftahul Jannah, dalam hal ini diserahkan kepada para alumnus Pondok Modern Gontor yang mengelola pesantren tersebut". Yayasan Al-Ihsan tidak mencampuri masalah pendidikan dan pengajaran.
 
Pada tanggal 10 November 1994, bergabunglah Pondok Pesantren Modern Miftahul Jannah dengan Yayasan Al-Ihsan yang dalam bidang kesehatan mendirikan Rumah Sakit Islam AI-Ihsan di Baleendah. Peresmian ini diadakan di gedung pertemuan Rumah Sakit Islam AI-Ihsan Baleendah, dihadiri oleh para Pimpinan Pondok Pesantren Modern Miftahul Jannah, guru-guru dan santri-santri beserta Pimpinan Yayasan Al­-Ihsan, staff dan para pengurusnya. Dalam acara ini tidak ada penandatanganan MOU antar institusi. Maka sejak itulah secara resmi Pondok Pesantren Modern Miftahul Jannah berubah nama menjadi Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan.
 
Untuk merealisasikan janji pimpinan Yayasan Al-Ihsan, pada tahun 1995 dimulailah pembangunan tahap pertama dengan menambah satu lantai gedung Darul Kiffah menjadi dua lantai, yang terdiri dari tiga ruang asrama santri, satu ruang kamar guru, dan satu ruang kantor untuk Kepala Sekolah. Pada tahun berikutnya dilanjutkan pembangunan tahap kedua, yaitu berupa tiga ruang kelas, satu ruang guru dan kepala sekolah, satu ruang sekretariat pondok dan administrasi, satu ruang warung serba ada (Wasserba) dan satu unit kamar mandi yang terdiri dari lima kamar mandi dan lima WC.
     
Sejak bergabungnya dua institusi tersebut, Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan beranjak bangun. Dari tahun ke tahun santri semakin bertambah banyak yang berdatangan dari berbagai daerah di Bandung maupun dari luar Bandung; bahkan ada yang datang dari luar Pulau Jawa seperti Palembang, Lampung, Timor Timur dan lain-lain. Namun sejalan dengan usianya yang kesepuluh dan dengan semakin bertambahnya santri, Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan belum mampu menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi para santri. Hal ini ditandai dengan kurangnya asrama dan kelas yang memadai bagi kelancaran proses pendidikan dan pengajaran santri.
 
Dengan penggabungan kedua institusi tersebut, maka terjadilah hubungan moral yang saling membantu antara keduanya. Namun secara struktur keorganisasian masing masing berdiri sendiri. Rumah Sakit Islam Al-Ihsan di bawah naungan yayasan Al-Ihsan, sedangkan Pondok Pesantren Modern Al-Ihsan di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Jannah.
 
Sejak tahun 2005, pondok pesantren modern Al-Ihsan Baleendah dipimpin oleh seorang pimpinan pesantren dibantu oleh dua orang wakil pimpinan. Mereka adalah :
  1. KH. U. Muhammad HM             : Pimpinan Pesantren
  2. Dr. H. Mahrus Asad, M. Ag.     : Wakil Pimpinan I (bidang Pendidikan)
  3. H. Uwes Qoni, S.S., M. Pd.       : Wakil Pimpinan II (bidang administrasi dan keuangan

Dengan adanya kepemimpinan kolektif yang terdiri dari tiga orang pemimpin, dibantu dengan pengurus harian yayasan serta para kepala sekolah dan guru-guru, pesantren Al-Ihsan Baleendah mengalami kamajuan yang cukup pesat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Namun demikian, pesantren Al-Ihsan dituntut terus berkembang lebih maju dalam rangka memenuhi tuntutan zaman yang terus mengalami perubahan yang sangat cepat. Pesantren juga dituntut agar para alumnusnya mampu memenuhi tuntutan zaman, baik dalam ilmu agama, umum, akhlak, sains dan teknologi, sehingga mereka siap dan mampu menjadi motivator pembangunan masyarakat, di mana pun mereka berada.